2015 Fashion Icon

Okke Hatta Rajasa: Tokoh Penggerak Pembinaan Pengrajin Tenun Indonesia

Ketika berbicara tentang warisan budaya Indonesia wanita berdarah Sumatera Selatan ini muncul sebagai sosok yang identik dengan pelestarian kekayaan Negeri khususnya di kain tenun dan songket tradisional.  Okke merupakan chairperson Cita Tenun Indonesia (CTI) yang berdiri sejak tahun 2008 atas dasar kecintaannya terhadap tekstil Indonesia. Selain berbagai ilmu lewat buku, pelatihan dan pengembangan kepada pengrajin di berbagai pelosok lewat aktivitas CTI, Okke juga berhasil memajukan tenun ke kanca internasional lewat pengakuan UNESCO yang menobatkan jenis kain asal Sumba sebagai warisan budaya tak benda.  Di tahun 2013 di depan perwakilan negara-negara PBB, Okke mewakili Indonesia untuk menerima penghargaan ini. Hal ini pun sejalan dengan cita-cita nya yang menggiatkan tekstil Indonesia untuk go internasional.

Muara Bagdja: Tokoh Penulis dan Pemerhati Industri Mode Indonesia

Di dunia jurnalisme fashion Indonesia nama Muara Bagja bisa disebut sebagai salah satu pelopor di era modern dimana penulis tidak hanya berperan sebagai kritikus atau sekedar mendeskripsikan sebuah karya, tapi juga mewujudkan arahan tren lewat visualisasi mode yang dikenal dengan fashion spread atau fashion story. Almarhum Muara memulai karir sebagai redaktur mode di tahun 1986, Ia tidak hanya menulis ulasan fashion tapi juga menjadi pengarah gaya atau stylish untuk berbagai majalah wanita dan gaya hidup. Jika ada yang bisa disebut sebagai sastrawan Mode Indonesia, Muara Bagja adalah salah satunya hingga akhir hayatnya ia menutup usia di tahun 2012, dedikasinya  akan literatur fashion Indonesia membuat Muara Bagdja selalu dikenang dan dirindukan kehadirannya.

Harry Darsono: Tokoh Seniman Mode Indonesia

Sir Dr. Harry Darsono Ph.D Dikenal sebagai pencipta busana dengan konsep wearable art atau avantgarde yang pertama di Indonesia. Dahulu namanya juga sempat melejit ketika salah satu karyanya dikenakan oleh Lady Diana pada tahun 1996. Tempat pada awal tahun 1970 Harry Darsono sudah mulai aktif merancang busana setelah ia mengenyam pendidikan fashion di Paris dan London. Koleksi adibusana milik hari juga pernah dipakai oleh Ratu Raina dari Yordania dan digunakan sebagai kostum pertunjukan drama panggung seperti Julius Caesar, Hamlet dan Othello. Untuk mengenang perjalanan karirnya hari pun mendirikan museum pribadi dari tahun 1996 sampai 2001 yang berkonsep baroque yang yang menyimpan jutaan karyanya,  seperti art to wear, kostum panggung kontemporer, aksesori,  tapestry, lukisan besar di atas kain sutra, tenun ikat, novelty fabric untuk interior dan lainnya.

Sign Up

Check The Latest Updates, Article & Schedule For JFFF!